Evolusi Bakti POLRI di Cepu Raya, Dari Meja Sarapan Menuju Pintu-Pintu Sunyi PPKS
![]() |
| Kehangatan yang Menjalar, Saat seragam Polri tak lagi menjadi jarak, melainkan sandaran bagi warga difabel di pelosok Blora melalui program home visit yang konsisten. |
Dibalutan kesejukan bulan Januari di Blora, pengabdian Polri kini sedang bertransformasi. Dua model pendekatan sosial muncul ke permukaan, memberikan warna berbeda dalam cara aparat kepolisian Polres Blora berkomunikasi dengan rakyatnya. Di satu sisi, ada kemeriahan "Sarapan Gratis" di Polsek Cepu, dan di sisi lain, ada kesunyian yang khidmat dalam "Sambang Door-to-Door" di Polsek Kunduran.
Estetika Berbagi di Pusat Kota
Polsek Cepu telah lama menjadi primadona melalui program sarapan gratisnya. Setiap Jumat pagi, Mapolsek berubah menjadi ruang publik yang inklusif bagi penarik becak, buruh gendong, dan warga sekitar. Ini adalah sebuah capaian luar biasa dalam meruntuhkan sekat psikologis antara "kantor polisi" yang kaku dengan masyarakat awam. Namun, sebagaimana layaknya sebuah hub sosial, hal itu bersifat sentripetal—warga yang datang menghampiri sumber bantuan.
Model Kunduran, Menjangkau yang Tak Terjangkau
Namun, tantangan sesungguhnya bagi wilayah Cepu Raya yang luas—mulai dari Sambong, Kedungtuban, hingga Randublatung—terletak pada mereka yang secara fisik tak mampu melangkah ke Mapolsek. Mereka adalah para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS); lansia sebatang kara, difabel berat, dan penderita penyakit kronis yang terisolasi di sudut desa.
Di sinilah Model Kunduran menjadi penyempurna. Iptu Budi Santoso dan jajarannya di Bejirejo dan desa-desa lainnya, menunjukkan bahwa komunikasi sosial paling efektif adalah saat Bhabinkamtibmas mengetuk pintu rumah warga PPKS. Bukan tentang mewahnya isi bingkisan, melainkan tentang tatapan mata, sapaan hangat, dan kehadiran negara yang dirasakan langsung di ruang tamu warga yang paling rapuh.
Menuju Sinergi "Priyayi" dan "Sosial"
Jika model "Sarapan Gratis" Cepu dikombinasikan dengan "Jemput Bola" Kunduran, maka akan lahir sebuah Masterplan pengabdian yang paripurna di Cepu Raya:
Reorientasi Target
Membidik kata kunci PPKS sebagai prioritas utama kunjungan Bhabinkamtibmas.Sinergi Kelembagaan
Polsek sebagai institusi dengan "stempel resmi" dan marwah kepriyayian memiliki daya tawar tinggi untuk mengajak dunia usaha (CSR) di wilayah kecamatan masing-masing guna mendukung ketersediaan logistik.Kolaborasi Lapangan
Bhabinkamtibmas bergerak bersama petugas Kementerian Sosial (TKSK) di kecamatan. Polisi memberikan perlindungan dan martabat, petugas sosial mengawal administrasi bansos pusat.
Multiplier Effect bagi Polri
Langkah ini tidak hanya menyelesaikan masalah perut atau obat-obatan. Kehadiran konsisten Polri bagi keluarga pendamping PPKS akan menciptakan "Imunitas Kamtibmas". Rakyat yang merasa diayomi secara batiniah akan secara otomatis menjadi pagar betis keamanan bagi wilayahnya.
Inilah wajah baru Polri di Cepu Raya, Sebuah institusi yang tidak hanya menjaga ketertiban di jalan raya, tapi juga merawat harapan di kolong-kolong rumah warga yang paling membutuhkan.
