Baznas Blora Santuni Yatim di Kemiri, H. Sutaat: Zakat ASN Kembali ke Desa
Blora – Momentum sahur bersama di Desa Kemiri tak hanya menjadi syukuran rampungnya Jalan Semampir–Kemiri–Genjahan. Di balik itu, aksi sosial turut menguatkan makna Ramadan lewat santunan anak yatim dari Baznas Kabupaten Blora.
Santunan berupa uang tunai dan sembako tersebut bersumber dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Blora. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Blora, Arief Rohman, usai sholat subuh berjamaah di Masjid Al Anshor Kemiri.
Namun di balik penyerahan itu, ada kerja sunyi pengelolaan zakat yang terus berjalan. Ketua Baznas Kabupaten Blora, H. Sutaat, menegaskan bahwa zakat ASN bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan amanah sosial yang harus kembali dirasakan masyarakat.
Zakat Kembali ke Akar Desa
H. Sutaat menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memastikan dana zakat tersalurkan tepat sasaran, terutama bagi kelompok rentan seperti anak yatim piatu.
“Zakat ASN Kabupaten Blora kami kelola secara transparan dan akuntabel. Prinsipnya, dana yang dihimpun harus kembali kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di momentum Ramadan seperti ini,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Baznas menjadi kunci agar distribusi bantuan lebih merata hingga tingkat desa.
Ramadan sebagai Momentum Penguatan Solidaritas
Kegiatan santunan di Desa Kemiri menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan Baznas Blora. Selain bantuan tunai, penerima juga mendapatkan paket sembako untuk mendukung kebutuhan selama bulan puasa.
H. Sutaat menambahkan, kehadiran Baznas dalam kegiatan desa bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk komitmen mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat.
“Semoga zakat yang ditunaikan para ASN menjadi berkah, membersihkan harta, sekaligus meringankan beban adik-adik yatim dan keluarganya,” tambahnya.
Sinergi Pembangunan dan Kepedulian Sosial
Kehadiran Baznas dalam momentum syukuran jalan menunjukkan bahwa pembangunan fisik dan pembangunan sosial dapat berjalan beriringan. Jalan yang mulus membuka akses ekonomi, sementara zakat menguatkan ketahanan sosial warga.
Di Desa Kemiri, dua hal itu bertemu dalam satu pagi Ramadan: infrastruktur yang selesai dibangun dan santunan yang sampai ke tangan anak-anak yatim.
Bagi H. Sutaat, itulah esensi zakat—hadir nyata di tengah masyarakat, bukan hanya tercatat dalam laporan.
Baznas Kabupaten Blora mengajak seluruh ASN dan masyarakat yang telah memenuhi nisab untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar penyalurannya tepat sasaran dan berdampak nyata hingga tingkat desa.
Informasi lebih lanjut terkait program dan layanan zakat dapat diperoleh melalui kantor Baznas Kabupaten Blora atau kanal resmi yang tersedia. Mari kuatkan solidaritas sosial, karena zakat yang ditunaikan hari ini adalah harapan bagi mereka yang membutuhkan.

