Memutus Rantai Kemiskinan dari Bangku Sekolah, Mengbedah Model Sekolah Rakyat Prabowo-Gibran
BANJARBARU – Pemerintah secara resmi memperkenalkan paradigma baru dalam penanganan kemiskinan di tanah air. Melalui Program Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo Subianto mencanangkan sebuah model pengentasan kemiskinan terpadu yang menjadikan pendidikan sebagai jangkar utama penggerak kesejahteraan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar-mengajar biasa. Program ini dirancang sebagai miniatur solusi kemiskinan sistemik.
"Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan. Anaknya lulus, orang tuanya naik kelas. Ini adalah pendekatan holistik. Sekolah Rakyat adalah bagian fundamental dari pengentasan kemiskinan," ujar Gus Ipul saat meninjau persiapan peluncuran di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1).
Integrasi Multi-Sektor
Keunikan dari model pengentasan kemiskinan ini terletak pada integrasi berbagai program prioritas dalam satu ekosistem. Di dalam Sekolah Rakyat, keluarga penerima manfaat tidak hanya mendapatkan akses pendidikan berkualitas, tetapi juga mendapatkan dukungan lintas kementerian, antara lain:
Program Tiga Juta Rumah: Renovasi atau pembangunan hunian layak bagi keluarga siswa.
Makan Bergizi Gratis (MBG): Menjamin asupan nutrisi siswa untuk mendukung konsentrasi belajar.
Koperasi Desa Merah Putih: Wadah pemberdayaan ekonomi bagi orang tua siswa.
Cek Kesehatan Gratis & PBI JKN: Jaminan kesehatan menyeluruh bagi seluruh anggota keluarga.
Gus Ipul menjelaskan bahwa Presiden ingin menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini sulit mengakses pendidikan berkualitas. Dengan demikian, Sekolah Rakyat berfungsi sebagai investasi sosial jangka panjang untuk menyiapkan generasi emas 2045.
Peluncuran resmi yang dijadwalkan pada Senin, 12 Januari 2026, akan menjadi tonggak sejarah baru di mana pemerintah tidak lagi bekerja secara parsial (sektoral), melainkan terintegrasi dalam satu rumah besar bernama Sekolah Rakyat.
