Memutus Rantai Kemiskinan Lewat Mandat Desa Sejahtera Mandiri

Kepala Dinsos Jateng Imam Maskur dan Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto saat melakukan audiensi Program Desa Sejahtera Mandiri dengan Wamenos Agus Jabo Priyono

SEMARANG – Sebuah langkah konkret dalam akselerasi pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah resmi bergulir. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Sosial, memperkuat sinergi dengan Kementerian Sosial RI melalui peluncuran Program Desa Sejahtera Mandiri. Program ini menandai pergeseran paradigma dari bantuan sosial yang bersifat konsumtif menuju pemberdayaan yang produktif dan berkelanjutan.

Dalam audiensi di Jakarta pada Februari 2025, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Drs. Imam Maskur, M. Si, menegaskan bahwa kunci utama dari inisiatif ini adalah menempatkan masyarakat miskin sebagai subjek, bukan sekadar objek penerima bantuan. "Kami memetakan potensi desa, seperti pariwisata, kerajinan, dan UMKM, untuk menjadi panduan perencanaan ke depan," jelasnya.

Peta Jalan Menuju Kemandirian 

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto, S.E, memaparkan data krusial bahwa terdapat 923 desa di Jawa Tengah yang teridentifikasi sebagai desa miskin. Inventarisasi profil penduduk dan potensi wilayah kini telah dikantongi untuk memastikan intervensi yang tepat sasaran.

Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, memberikan dukungan penuh terhadap model kolaboratif ini. Menurutnya, keberhasilan pengentasan kemiskinan di Indonesia bergantung pada sinergi lintas sektoral. "Kemensos tidak bisa sendirian, harus bersinergi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah," tegas Wamenos.

Implementasi di Wilayah Strategis 

Bagi wilayah seperti Cepu Raya—yang mencakup Sambong, Cepu, hingga Jati—program ini menjadi angin segar. Dengan adanya pembangunan jejaring pengamanan sosial berbasis komunitas dan keterlibatan organisasi CSR serta filantropi, potensi lokal di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur ini diharapkan dapat tergarap maksimal untuk menekan angka kemiskinan ekstrem.

Program Desa Sejahtera Mandiri bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan sebuah model pemberdayaan yang dirancang untuk menjadi percontohan nasional dalam menciptakan ketahanan sosial ekonomi di tingkat akar rumput.